03142 2200229 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008003900059082000800098084001400106100002000120245018300140260002100323300003300344650001500377650001900392650001100411520243900422856002302861990002802884INLIS00000000000072020240223095510 a0010-0224000066ta240223 | | |  a607 a607 RAH f0 aRAHMAH YULIYANA1 aFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKPATUHAN MINUM OBAT PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR /cRAHMAH YULIYANA aBulukumba,c2023 axv, 138 hlm :bilus ;c26 cm 4aHipertensi 4aKetidakpatuhan 4aLansia aABSTRAK “Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakpatuhan Minum Obat Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar” Rahmah yuliana¹, Haerati², Andi suswani Makmur³ Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak menyerang orang lanjut usia, Penggunaan obat hipertensi menyebabkan ketidakpatuhan pengobatan pada lansia, Data Dinas Kesehatan menunjukkan masih banyaknya lansia hipertensi yang tidak patuh meminum obat dan mengalami peningkatan 3 tahun terakhir di kabupaten selayar, Tujuan : Sudah diketahui faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan minum obat pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 47 Lansia, pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan uji statistic Chi-Square. Hasil : wilayah kerja puskesmas Benteng mayoritas lansia usia 55-65 (elderly), berjenis kelamin perempuan, dan tidak bekerja, Hasil didapatkan hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan tingkat Pendidikan, Nilai p-value sebesar 0.297, hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan kemudahan akses pelayanan kesehatan, Nilai p-value sebesar 0.297, hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan motivasi berobat, Nilai p-value sebesar 0.014, hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan dukungan keluarga, Nilai p-value sebesar 0.201, hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan dukungan petugas Kesehatan Nilai pvalue sebesar 0.595, hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan tingkat kepercayaan, Nilai p-value sebesar 0.013, hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan Pengaruh Budaya, Nilai p-value sebesar 0.006, hubungan kepatuhan minum obat Hipertensi dengan tingkat pengetahuan Nilai p-value sebesar 0.001. Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara motivasi, pengetahuan, kepercayaan dan budaya serta tidak terdapat hubungan dukungan petugas Kesehatan, Pendidikan, dukungan keluarga, dan kemudahan akses pelayanan terhadap kepatuhan meminum obat pada lansia penderita hipertensi, namun tentunya dibutuhkan Analisa terkait factor yang berhubungan tersebut. Kata Kunci : Ketidakpatuhan, Hipertensi, Lansia, Motivasi, Akses pelayanan Kesehatan aPerpustakaan Pusat a061/STIKES-PH/10/XII/23